Monday, January 22, 2018
Menakjubkan !! Jasad Anjing Terjepit Selama 60 Tahun Masih Utuh
PERISTIWA TERKINI - Tampak hewan yang diawetkan mungkin sebuah pemandangan yang tidak biasa. Namun, bagaimana bilaa hewan itu diawetkan secara alami? Kejadian ini yang ditemukan seorang penebang kayu yang bekerja The Georgia Kraft Corp tahun 1980-an. Dia melihat mayat anjing pemburu yang terjepit di lubang sempit pohon oak chestnut yang ditebangnya.
Anjing itu telah diduga berlari ke lubang pohon tersebut tahun 1960-an untuk mengejar sesuatu. Namun, rongga pohon itu sempit dan membuat anjing malang ini terjebak. Walau terjebak dengan jangka waktu yang cukup lama, tubuh anjing ini terawetkan secara alami. Kejadian ini, sang penebang tidak langsung membuka pohon yang ditebangnya, namun membawa batang pohon itu ke sebuah museum di Waycross, Southern Forest World, Georgia.
Sampai saat ini, anjing tersebut masih berpose sama pada batang pohon. Tentu saja kejadian langka ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana tubuh anjing tetap utuh saat tidak diawetkan. Karena biasanya saat makhluk hidup mati, maka akan mengalami pembusukan. Kristina Killgrove, antropolog biologi di University of West Florida menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.
Killgrove mengatakan bahwa ini mungkin terjadi karena pohon ek kastanye yang menjebak anjing malang itu tampaknya menjadi peti jenazahnya. Pohon kastanye oak itu sendiri diketahui mengandung tanin, zat yang biasanya digunakan untuk melapisi kulit hewan untuk mencegah pembusukan.
Tanin merupakan pengering alami atau bahan yang menyerap kelembaban dan mengering di sekitarnya. Lingkungan kelembaban rendah akan menghentikan aktivitas mikroba. Seperti diketahui, ketika manusia atau hewan mati, mikroba dalam tubuh menjadi tidak terkendali oleh proses biologis. Mikroba mulai "makan" tubuh dan mikroorganisme di usus juga mulai membusuk.
"Mereka tumbuh, mereka bereproduksi, dan mereka mulai mengambil alih tubuh," kata Killgrove dilansir dari Newsweek, Senin (22/01/2018). Killgrove juga menjelaskan saat tubuh kembuh dan meluruh, jamur, bakeri dan serangga kemudian akan datang untuk memakan sisa-sisa tubuh.
Dengan kata lain, saat tanin dari pohon oak chestnut tersebut menyerap kelembapan di sekitar mayat anjing itu, tak akan ada pembusukan. Selain itu, pihak museum tempat 'mumi' anjing itu berada saat ini menyebut bahwa hal ini juga dipengaruhi oleh posisi dan bentuk pohon.
"Itu seperti cerobong asap, udara yang naik dan keluar dari pohon akan menyulitkan hewan lain untuk mencium bau bangkai anjing ini. Jadi apapun yang bisa memakan bangkai tidak akan pernah tahu bahwa anjing ini ada di pohon,"kata Dixon.
"Udara yang bertiup ke atas juga membantu anjing ini tetap utuh." kata Bertha Sue Dixon, juru bicara museum itu.
